Rabu, 23 Juli 2008




Free Blog Content







Flash Clocks From FriendsterKo.com

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI CREDIT UNION


CUPK mulai melakukan penerapan TI di semua Tempat pelayanan sejak januari 2004. empat tahun sudah CUPK menggunakan / menerapkan teknologi computer untuk mendukung proses transaksi dan pelayanan lainnya. Tak bisa di pungkiri peralihan system manual ke komputerisasi merupakan suatu nilai Plus. Kalau dulunya customer(anggota) mau setor, petugas harus di cari dulu KSPA (Kartu Simpanan dan Pinjaman Anggota) yang bersangkutan, baru kemudian melakukan proses transaksi manual. Sekarang cukup ingat nomor Buku Anggota (BA) petugas bisa langsung menemukan kartu anggota tersebut.

Efisiensi dan Kemudahan

Dalam pemanfaatan teknologi informasi (TI), boleh dibilang industri jasa keuangan dewasa ini merupakan yang terdepan. Perbankan misalnya, membutuhkan TI sebagai driver untuk mendukung proses bisnis, kegiatan operasi, dan customer service.
Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan nasabah, yang umumnya sangat membutuhkan layanan yang convenience, yakni tersedianya channel access yang banyak, aman, nyaman dan layanan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu sepanjang tahun. Lalu bagaimana pemanfaatan TI di Credit Union?

Penerapan TI di credit union ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasi dan meminimalisasi resiko operasi, meningkatkan produktivitas, ketepatan dan keamanan operasi. Selain itu TI digunakan sebagai piranti analisis dan instrumen pemasaran.

Penerapan TI harus mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan pada customer dalam melakukan transaksinya. Karenanya, selain TI, faktor sumber daya manusia harus menjadi perhatian penting dalam mendukung setiap layanan yang diberikan. Sehingga, sumberdaya manusia yang handal didukung oleh teknologi yang relevan akan mampu memberikan optimalisasi pelayanan dan variasi produk yang dibutuhkan nasabah /anggota.

Infrastrukur

Sejauh mana fungsi divisi IT di Credit Union ? apakah hanya sekedar Support…?

Perlu pemahaman yang mendalam terhadap pekerjaan IT, banyak orang menganggap bahkan sesama pegawai di suatu organisasi yang menganggap IT hanya sebagai support, Orang2 yang ada di Team IT juga sebenarnya menjadi service oriented organization. TI tidak saja sebagai pendukung, melainkan juga mendampingi aktivis dalam melakukan kegiatan transaksi sehari-hari. Orang IT harus mengikuti perkembangan Teknologi agar tidak ketinggalan. Misalnya dengan membaca di majalah2 seputar IT atau bisa Browsing di internet dan juga banyak melakukan simulasi.

Kalau di Bank upaya peningkatan SDM bagi team IT dilakukan melalui pelatihan in-house dan pendidikan jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri. Sedang untuk investasi penerapan TI-nya tak kurang disediakan investasi sebesar 50 miliar per tahun. Harapannya, BANK akan tetap dapat meng-update kebutuhan TI-nya secara lebih baik dan dapat bersaing dengan Bank-bank lainnya. Karenanya, betapapun bagusnya pengelolaan lembaga, jika tidak didukung oleh aplikasi TI yang sesuai dengan kepentingan lembaga itu, sulit diharapkan.

Kerjasama team IT sangat penting ini semua demi kelancaran dan tercapainya target. Divisi IT di lembaga harus punya rancangan kerja/job description? Jika belum ini adalah penyakit. pekerjaan IT tidak bisa di monopoli oleh seseorang atau bekerja sendiri tanpa petunjuk apa yang harus di kerjakan dan kapan harus mengerjakan itu serta kapan harus di selesaikan.

Security

Penerapan TI memang mempunyai potensi kegagalan atau dampak negatif yang justru akan menyebabkan kerugian. Sisi negatif tersebut bisa didefinisikan sebagai risiko penerapan TI, yang kualitas dan kuantitas resikonya tergantung seberapa besar ancaman yang mungkin dihadapi. Juga, bagaimana kesiapan internal lembaga tersebut menghadapi setiap ancaman, serta seberapa besar dampaknya terhadap kinerja.

Risiko kegagalan TI sebenarnya sudah diantisipasi oleh teknologi itu sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan tersedianya fasilitas security system untuk setiap jenis teknologi dan sistem informasi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
Masalahnya adalah bahwa pengguna fasilitas tersebut adalah orang atau organisasi, yang bisa jadi merupakan sumber potensi kegagalan dalam penerapan TI.

Integrasi fungsi antara teknologi, sumber daya manusia, dan organisasi inilah yang menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko penerapan TI. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat mengetahui seberapa jauh fungsi masing-masing itu baik adalah melalui audit IT.

Karena itu, selain security system yang ada di setiap aplikasi TI, security policy pun menjadi acuan bagi para pegawai. Misalnya dengan disiplin menggunakan aplikasi, selalu log off jika anda akan meninggalkan meja transaksi dan banyak lagi……!

Penerapan Teknologi Informasi

penerapan Teknologi Informasi di Dinas, Suku Dinas, dan Seksi DTK Kecamatan telah dilaksanaan secara bertahap dalam upaya meningkatkan kinerja perencanaan dan pelayanan yang lebih berkualitas.

Lingkup pengembangan Teknologi Informasi adalah:

1. Otomatisasi Aspek Administrasi dan Teknis, yaitu mengembangkan Infrastruktur Sistem Informasi yang menghubungkan antar unit di Dinas Tata Kota.

2. Pengembangan Data warehouse, yaitu membangun data warehouse yang ditopang Basis Data yang berfungsi sebagai penyedia data (informasi) bagi berbagai kebutuhan internal maupun eksternal.

3. Peningkatan Aksesibilitas Sistem, yaitu meningkatkan skalabilitas, aksesibilitas, serta realibilitas sistem (internet – intranet – ekstranet).

Otomatisasi Pelayanan di Suku Dinas Tata Kota telah dilaksanakan di 5 wilayah kotamadya. Otomatisasi Pelayanan di Seksi DTK Kecamatan sudah mulai dirintis sejak tahun 2004 di 2 kecamatan. Dengan otomatisasi ini, perjalanan berkas dapat dimonitor pemohon melalui komputer di loket pelayanan dan dimonitor secara langsung oleh Dinas Tata Kota melalui sistem dial-up.

Pembangunan Basis Data sudah dilaksanakan sejak tahun 2002 dan akan terus dikembangkan secara bertahap, baik yang menyangkut peta dasar digital, maupun Lembar Rencana Kota digital. Basis Data ini selanjutnya akan menjadi dasar dalam pengembangan aplikasi-aplikasi lainnya, baik yang berbasis GIS maupun non GIS, seperti Otomatisasi Pelayanan di Dinas Tata Kota, Aplikasi SIPPT, Visualisasi Ruang Kota, Electronic Filing System, Administrasi tata Usaha, Executive Information System dan Website.

Local Area Network (LAN) telah dibangun di Dinas Tata Kota Propinsi DKI Jakarta dan di masing-masing Suku Dinas Tata Kota.Website Dinas Tata Kota Propinsi DKI Jakarta sudah dapat diakses di alamat http://tatakota.jakarta.go.id.